Sudah hampir pukul 4 pagi ketika akhirnya kami sampai di alun-alun Surya Kencana. Melihat camp-camp kelompok lain yang sudah berdiri membuat kami ingin cepat-cepat mendirikan camp juga dan segera tidur. Kami membagi tugas, saya dan seorang anggota kelompok membuat minuman hangat, sedangkan beberapa yang lain mendirikan camp. Udara yang sangat dingin menuntut kami untuk bergerak dengan cepat. Setelah camp sudah didirikan kami pun segera mengganti baju dan satu persatu mulai meringkuk di dalam sleeping bag dan mencari posisi ternyaman untuk tidur.
Pukul 8 kami semua bangun dan mulai membagi tugas lagi. Ada yang mengambil air, memasak sarapan, dan ada juga yang membantu membuat shelter. Hari itu agenda pertama kami adalah evaluasi. Banyak hal yang menjadi masalah bagi caang-caang terutama mengenai fisik dan masalah packing yang kurang baik. Agenda kedua kami adalah mempresentasikan makan siang. Setiap kelompok mempersiapkan masakan terbaik mereka. Kelompok kami membuat pasta yang kami namakan Fetucini Surya Kencana 8 Hours dengan filosofi karena kami membuatnya di Surya Kencana dan membutuhkan waktu 8 jam untuk dapat sampai ke Surya Kencana. Setelah mempresentasikan makan siang, waktu luang yang ada kami manfaatkan untuk tidur sehingga tidak sempat untuk makan siang. Agenda terakhir kami hari itu adalah persembahan. Masing-masing kelompok diminta untuk memberikan persembahan penampilan. Persembahan yang ditampilkan bermacam-macam seperti menyanyi, drama, dan puisi.
Hari berikutnya adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh saya atau juga caang-caang yang lain karena kami akan melakukan summit. Pendakian ke puncak ini jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan bagaimana perjalanan kami ke Surya Kencana. Summit yang dilakukan bersama-sama oleh 73 caang Mapala UI yang ikut dalam perjalanan praktek pertama ini membuat saya sendiri merasa lebih bersemangat. Walaupun jalan menanjak memang selalu menjadi masalah buat saya, semuanya serasa terbayarkan ketika pada akhirnya saya berhasil mencapai puncak. Ada kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai orang yang tidak pernah hiking. Kami menghabiskan waktu di puncak untuk berfoto dan melakukan opsir.
Setelah summit kami pun kembali ke Surya Kencana, mulai membereskan camp dan packing, dan bersiap-siap untuk turun. Kali ini kelompok 13 menjadi kelompok pertama yang memulai perjalanan turun ini. Kami tidak dibagi dalam trip-trip seperti saat naik dan juga tidak terdapat pos-pos. Jalur yang kami lalui sama seperti ketika kami naik. Namun perjalanan pulang ini terasa lebih mudah. Dalam perjalanan turun ini salah satu anggota kelompok kami mengalami cedera sehingga harus bertukar carrier dengan anggota yang lain. Kami pun hanya beberapa kali berhenti untuk melepaskan raincoat dan raincover. Istirahat yang dilakukan tidak sebanyak saat naik.
Walaupun kami bukan kelompok pertama yang tiba di atas atau pun yang sampai di bawah lebih dulu, kami tetap merasa senang karena yang paling utama bukanlah siapa yang lebih dulu tetapi kebersamaan yang kami lalui. Penuh perjuangan tetapi selalu ada kepuasan pada akhirnya
0 comments:
Post a Comment